Jumat, 25 Mei 2012


ALAM TUHAN DAN MANUSIA
  1. Latar Belakang Msalah
            Alam adalah ciptaan Allah yang dipersiapkan dan diperuntukan untuk seluruh penghuni jagat raya baik manusia hewan tumbuh-tumbuhan atau seluruh binatang yang melata sekalipun tidak pernah alfa dari pengawasanya. Alloh memberikan yang ada di alam bumi  semua sama ada rezekinya masins-masing dan semua dapat rejeki yang layak al quran ; Wama min dzabatin ila ‘alallahi rizkiha’ dan semua makhluk yang ada di alam tidak lepas dalam pengawasanya dan tidaklah allah menciptakannya dengan sia-sia dalam al-Qur’an ‘ wama kholaka hadza bathila’. Mengapa allah menciptakan alam semesta ? Untuk apa sebenarnya allah menciptakan alam beserta isinya ? Adakah konsekwensi manusia dengan adanya alam semesta? Akankah manusia dimintai pertanggung jawaban dengan adanya alam beserta isinya? Apa tugas kita sebagai manusia ketika kita berada di alam yang sangat agung serata mempesona? Allah jadikan gunung-gunung yang indah yang tidak ada yang kuasa menghancurkan kekokohan gunung kecuali dengan ijin yang kuasa. Siapa yang mengendalikan gunung-gunung, angin , laut serta alam yang penuh dengan fatamorgana. Keindahan alam tidak lain Allohlah sebagai penciptanya .     
            Dengan adanya alam sebagai tanda-tanda ayat kauniah(alam) untuk  pelajaran bagi orang-orang yang mau berfikir sebagaimana firman allah dalam surat al-imran ayat 190-192 yang berbunyi ; Ina fii kholqisamawati wal ardi wakhtilafillaili wannahari layatil liulil alabab alatyina yadkurunallaha qiyqmaw’waqungudaw wayatafakaru fii kholqisamwati wal ardi robana makholaqta hadza bathila ; di ayat ini di jelaskan bahwa terjadinya alam ini merupakan tanda-tanda kejadian alam agar manusia mau berfikir tentang ciptaan manusia baik duduk, berdiri, tidur ataupun dalam keadan berbaring bahwa tugas manusia adalah memanfaatkan kekayaan alam dan mendayagunakan untuk kepentingan bersama. Namun saat ini kekayaan alam yang begitu melimpah ruah telah banyak diekspolitasi oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab sehingga banyak rakyat menderita akibat tangan-tangan mereka. Manusia terlalu serakah, sumber daya alam yang ada telah banyak dikuras untuk profit dan kesenengan mereka. Padahal Negara kita adalah Negara yang subur loh jinawi, tongkat kita tancapkan saja bisa tumbuh saking suburnya Negara kita. Disamping itu Indonesia juga Negara yang mempunyai sumber daya manusia yang luar biasa, hal ini terbukti ketika rakyat Indonesia belajar keluar negeri, Indonesia selalu menduduki posisi top ten dalam akademik. Hal ini tidk diragukan dengan maha rahman dan rahimnya Allah menciptakan semua yang ada sebagaian besar adalah untuk manusia namun manusai tidak bersyukur bahkan banyak merusak sehingga terjadi bencana di sana-sini, manusia sudah tidak bersahabat lagi dengan alam banyak gempa bumi , banjir dan kejadian –kejadian yang lain menimpa di permukaan bumi namun manusia tidak pernah mau untuk memikirkanya. Akibatnya sesuai dengan surat ar-rum ayat : 30, Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan –tangan mereka. Tanah yang subur menjadi incaran kaum yang serakah dan lupa akan kehidupan akhirat, mereka memanfaatkan segala kekuatan untuk mengambil seluruh kekayaan mereka karena mereka takut kelaparan, akibatnya yang terjadi saat ini manusia –manusia yang mempunyai ilmu pengetahuan namun mereka kosong akan spiritual, mereka tumbuh menjadi generasi yang secara intelektual canggih namun tidak mempunyai budaya. Manusia itu tidak lepas dari budaya karena budaya merupakan cerminan manusia yang berpendidikan . Walaupun pendidikan tidak menyatu dengan budaya namun pada hakikatnya kebaikan budi manusia tergantung dari budaya yang mereka anut. Manusia tanpa budaya akan menghilangkan nilai-nilai luhur yang ada pada suatu budaya. Budaya atau kultur merupakan akulturasi dari suatu nilai-nilai dimana adanya kolerasi dengan sikap dan tingkah laku seseorang. Apabila manusi yang cerdas mempunyai budaya   ia akan mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, ia akan tumbuh dan berkembang sebagai sosok intelektual yang cerdas , ramah lingkungan serta mau menjaga kelestarian dan kesejahteraan lingkungan dengan berbaur dengan lingkungan dengan sikap dan tingkah laku santun tanpa menyalahi norma atau nilai-nilai luhur dalam masyarakat setempat. Ia tidak hanya cerdas secara kognitif namun cerdas intrapersonal, cerdas intrapersonal, cerdas alam /natural ,cerdas spasial verbal dan cerdas secara ekstensial yang dapat berpeluang menjadi orang sukses dunia dan akhirat.
            Cerdas alam /natural adalah cerdas terhadap kehidupan alam yang ada, peka terhadap lingkungan serta menjaga kelestarian dan habitat yang ada. Alam sera apapun yang ada di permukaan bumi mempunyai daya,daya-daya itu harus kita pelihara agar tetap kokoh dan lestari sebagai kekayaan alam yang tidak pernah dapat di perbaharui.
          Tanpa adanya alam atau Mulk sebagai kerajaan yang ada di dalam lingkungan manusia tinggal. Alam, manusia, Tuhan merupakan satu-kesatuan yang utuh tidak dapat dipisah-pisahkan. Seperti dalam surat al-fatihah ; Alhamdulilahirobil ‘alamin’ Allah sebagai pencipta alam semesta, Ar-rahmanirahim, Maliki yaoumiddin, Yang menguasai hari pembalasan . Adanya suatu kerajaan yang mana kerajan tanpa penguasa tidak akan menjadi suatu kerajaan. Iyakana’budu waiyakanastain, Hanya kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamullah kami memohon pertolongan. Dalam hal ini penulis mempunyai suatu konsep tentang 3 unsur ketuhanaan yang mana dalam agama kristiani di sebut dengan trinitas , tiga namun tetap satu. Dalam hal ini penulis ingin mengutarakan bahwa ke-esaan Allah yang bersifat Rububiyah, Uluhiyah dan Mulkiyah. Manusia hidup di alam (mulkiyah) kekuasaan tuhan, Allah sebagai Rububiyah (Pengatur) sedangkan Uluhiyah (manusia), ketiga unsure ini merupakan kesatuan yang utuh tidak dapat kita pisahkan karena saling adanya ketergantungan.
             Namun Tuhan disini tidak mempunyai ketergantungan dengan siapapun karena tuhan bersifat independent namun dalam penciptaan manusia adanya keterkaitan dengan Tuhan sebagai pengatur sementara alam sebagai tempat manusia berpijak. Tuhan tanpa adanya manusia siapa yang akan mengunakan peraturan-peraturan yang ada dari tuhan. Begitu juga adanya alam tanpa adanya manusia siapa yang akan menempati alam, sementara bumi sebagai hamparan diciptakan untuk manusia melaksanakan aturan dimuka bumi berdasarkan peraturan dari Tuhan. Tuhan merupakan pemberi hokum untuk mengatur kehidupan manusia agar hidup terarah dan mencapai kesempurnaan hidup. Tanpa aturan tuhan (Rububiyah) manusia tidak bisa melanggengkan kehidupan, tanpa hukum bahkan tanpa aturan yang manusia akan merusak kehidupan. Allah berfirman bahwa dijadikanya manusia di bumi sebagai kholifah, kholifah di sini adalah untuk mengelola kehidupan yang ada sebagai pemimpin yang dapat memberikan kontribusi terhadap kehidupan manusia yang lain.
               Dalam bumi nyatanya banyak orang yang membuat kerusakan, bahkan banyak menyia-nyiakan amanat Tuhan. Allah juga berfirman ; Sesungguhnya amanat ini Aku berikan kepada Gunung, namun gunung enggan untuk menerimanya manusialah yang menerimanya. Dalam ayat ini Allah telah menawarkan posisi atau jabatan kepada gunung namun gunung menolaknya, berarti manusia sebenarnya sangat bodoh karena menerima amanah yang diberikan pada Allah padahal belum tentu manusia mampu mengemban amanah itu.
              Tapi kalau kita teliti lebih dalam hanya manusialah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna karena diberikan berbagai macam kelebihan  jasmani atau rohani serta kelebihan indra-indra yang lain. Jadi wajar saja karena manusia diciptakan sesempurna manusia sebagaimana firman Allah dalam surat at-tiin : 6, bahwa manusia diciptakan sangat sempurna karena ia mempunyai jasad yang berbeda dengan jenis makhluk lain, kecerdasan akal dan emosional yang jauh dengan kecerdasan yang ada pada makhluk lain, Ia sebagai sosok kholifah yang penuh pesona dan kharisma yang akan melestarikan kehidupan yang ada pada masa semusimnya. Manusi makhluk yang ‘hayawanu natiq’ yang kecerdasan serta daya-daya yang ada lebih dahsyat bahkan bisa mencairkan gunung es. Sehingga wajar kiranya manusia mau menerima amanah tuhan dari makhluk-makhluk tuhan yang lain. Oleh karena itu Manusia merupakan manifestasi tangan tuhan untuk menjalankan syariat nya serta menjauhi segala laranganya demi kemaslahatan bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar